Harian Bisnis Indonesia     22 Jan 2021

REI Minta Ada Perbaikan Sistem

Bisnis, JAKARTA — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia meminta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat tidak terburu-buru membiayai pembangunan rumah untuk 51.000 unit pada tahun ini. 

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyarankan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperbaiki terlebih dahulu program pembiayaan rumah guna meringankan semua pihak. 

Menurutnya, REI mendukung kebijakan BP Tapera untuk membiayai 51.000 unit rumah sepanjang tahun ini. “Ini harus dicarikan prosedur yang bisa saling meringankan beban. Yang mendapatkan bantuan Tapera ini ASN [aparatur sipil negara], TNI, dan Polri,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/1). 

Dia beralasan ASN memiliki surat keputusan (SK) dengan 80% telah dijaminkan sehingga tidak bisa mengambil program KPR rumah bersubsidi. Untuk membeli rumah sederhana, ASN terkena berbagai jenis pajak mulai dari pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh), dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). 

“Selisih pajak saja itu 17,5% dan angka itu jika KPR 10 tahun sama dengan 1 unit rumah baru. Jadi, ada baiknya diperbaiki dulu program atau sistemnya karena ini terasa terburu-buru,” tuturnya. Paulus meminta agar pro gram KPR untuk rumah ber subsidi sampai dengan harga Rp500 juta. 

Alasannya, para ASN rata-rata telah menjaminkan SK-nya. Dia berharap bisa berjuang bersama untuk merealisasikan ASN/TNI/Polri dengan KPR Rp500 juta sehingga bebas pajak. Saat ini, batasan harga jual yang tidak terkena pajak Rp150 juta. 

“Jika kreditnya itu dikeluarin dengan nilai Rp200 juta tanpa kena PPN, PPh, dan BPHTB, pasti banyak yang mau beli. Jadi, ada batasan MBR plus ini akan lebih baik sehingga program Tapera akan berjalan,” tegasnya. 

Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera Eko Ariantoro menyatakan BP Tapera tengah menyiapkan initial project pembiayaan perumahan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta Tapera yang memenuhi pe rsyar atan dan urutan prioritas. 

Rencananya, initial project dapat dimulai pada April 2021. Pembiayaan itu menggunakan dana kelola dari tabungan perumahan di Bapetarum yang kini telah dialihkan ke BP Tapera